Kucing Langka yang Miliki Wajah Dua

Kucing Langka yang Miliki Wajah Dua

Sebuah keajaiban terjadi di Afrika Selatan. Seekor anak kucing lahir dengan dua wajah.

Sayangnya, kondisi langka ini berakibat fatal bagi anak kucing bernama Bettie Bee tersebut. Anak kucing tersebut meninggal tepat 16 hari setelah dilahirkan.

Bettie Bee memiliki dua wajah, tiga mata, dan dua mulut. Ia sebenarnya lahir dari induk yang biasa. Bahkan, anak kucing ini memiliki dua saudara yang mirip.

Namun, kondisi langka Bettie Bee berarti ia tak bisa menyusui sendiri. Pemiliknya kemudian membawa Bettie Bee ke seorang penyelamat lokal yang dikenal karena menangani anak kucing yang memiliki kebutuhan khusus.

Diwartakan Newsweek, Senin (01/01/2018), penyelamat tersebut mengatakan bahwa Bettie Bee tumbuh seperti anak kucing biasa. Namun, beberapa hari setelah beberapa hari kisahnya viral, Bettie Bee menderita pneumonia.

Hal itu mungkin karena anak kucing itu menghirup  udara dari satu mulut dan minum dari mulut yang lain. Itu membuat paru-parunya terisi susu.

Penyelamat tersebut merawat pneumonia Bettie Bee sendiri, tapi anak kucing ini muntah dan menghirup lebih banyak cairan. Akhirnya, penyelamat tersebut memutuskan bahwa Bettie Bee harus di bawa ke dokter hewan dan disuntik mati alias euthanasia.

"Dia sedang berjuang dan saya berkata pada diri sendiri sejak awal bahwa saya tidak akan membiarkannya menderita," tulis penyelamat tersebut di fanpage facebook Bettie Bee.

"Selama 16 hari saya memberikan semua milik saya dan dia juga, saya akan melakukannya lagi, dia pantas memiliki kesempatan untuk hidup tapi sayangnya itu tidak seharusnya," sambungnya.

Duplikasi karniofacial atau diprosopus merupakan hal yanhg kadang terjadi pada semua jenis hewan. Tapi biasanya kondisi ini disertai dengan sejumlah komplikasi lainnya.

Biasanya, binatang yang memiliki kondisi ini akan mati di rahim atau sesaat setelah lahir. Terkadang, kondisinya juga bisa menyebabkan kelainan bentuk otak dan juga sering dikaitkan dengan mutasi gen yang fatal lainnya.

Kondisi ini disebabkan oleh terlalu banyaknya ekspresi protein yang disebut "Sonic HEdgehog Homolog", fungsinya untuk mengendalikan perkembangan berbagai bagian tubuh yang berbeda termasuk lebar wajah. Jika bertindak tak normal, biasanya wajah binatang akan terlalu sempit seperti bentuk cyclops (makhluk mitologi Yunani dengan satu mata) atau terlalu lebar.

Bahkan jika cukup lebar, seluruh wajah bisa diduplikasi, seperti yang terjadi pada Bettie Bee.

Posting Komentar

 

Copyright © Hardan Sharing | Powered by Blogger | Template by 54BLOGGER | Fixed by Free Blogger Templates